Teknik Industri UPI YPTK dan Universitas Adzkia Bersinergi Bahas Pertambangan Tanpa Merkuri dan Berkelanjutan
Padang, 08 Mei 2026 — Upaya membangun kesadaran akademik terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan terus diperkuat oleh Universitas Putra Indonesia “YPTK” melalui kolaborasi bersama Universitas Adzkia. Hal tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Teknik Industri UPI YPTK dan Program Studi Teknik Industri Universitas Adzkia yang dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku bertema pertambangan ramah lingkungan di Aula Rektorat Universitas Adzkia, Kamis (7/5).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.00 WIB tersebut juga menghadirkan bedah buku berjudul “Pertambangan Rakyat dan Pengolahan Emas tanpa Merkuri pada Endapan Alluvial” karya Kaprodi Teknik Industri UPI YPTK, Ir. Roberta Zulfhi Surya, ST, MT, IPM. Acara ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa Teknik Industri Universitas Adzkia, mahasiswa UPI YPTK, serta dosen dari kedua institusi.
Penandatanganan IA menjadi langkah strategis kedua program studi dalam memperkuat sinergi akademik, khususnya pada pengintegrasian isu sustainable manufacture ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Fokus utama kerja sama ini adalah membangun kesadaran akademik terhadap pentingnya praktik industri yang ramah lingkungan, khususnya pada sektor pertambangan rakyat yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan industri.
Dalam sesi bedah buku, Ir. Roberta Zulfhi Surya memaparkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam aktivitas pertambangan emas skala kecil, terutama praktik pertambangan yang belum memperhatikan aspek keberlanjutan dan masih menggunakan merkuri dalam proses pengolahan emas.
Penggunaan merkuri sendiri menjadi perhatian global sejak disepakatinya Konvensi Minamata yang bertujuan menghapus penggunaan merkuri di berbagai sektor. Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi konvensi tersebut melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ratifikasi Konvensi Minamata sebagai bentuk komitmen dalam mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan akibat penggunaan merkuri, termasuk pada sektor pertambangan rakyat.
Melalui buku yang dibedah dalam kegiatan tersebut, Ir. Roberta Zulfhi Surya membagikan pengalaman praktis sekaligus pembahasan teoritis mengenai teknologi pengolahan emas tanpa merkuri pada endapan alluvial. Buku tersebut turut mengulas proses kerja mesin pengolahan emas ramah lingkungan hingga konsep pengelolaan koperasi pertambangan rakyat sebagai upaya menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata UPI YPTK dalam menghadirkan ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Kolaborasi bersama Universitas Adzkia diharapkan mampu melahirkan sinergi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan industri masa depan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
UPI YPTK – Bertransformasi
#UPIYPTK #TeknikIndustri #IA #Berkelanjutan #BedahBuku #KampusBertransformasi #DiktiSaintek #KampusBerdampak